Selasa, 24 Juli 2018

GAMBARAN UMUM WILAYAH KERJA


Secara geografis, wilayah Kecamatan Cilimus terletak pada titik koordinat 108º 23` - 108º 47’ Bujur Timur dan 6º47` - 6Â12’ Lintang Selatan. Dilihat dari posisi geografisnya terletak dibagian Utara laut Kuningan. Permukaan tanah daerah kec. Cilimus bervariasi antara 227 hingga 667 meter diatas permukaan laut (dpl). Karenanya kondisi suhu udaranya pun bervariasi, ada yang dingin dan sebagian besarnya cukup panas, terutama kawasan yang berbatasan dengan kabupaten Cirebon, karena berada didataran yang lebih rendah.
            Sesuai dengan namanya, Cilimus dapat diartikan sebagai daerah berciri lingkungan muslim, di mana kehidupan beragama dan kegiatan keagamaan terpelihara dengan baik dan terus mengalami peningkatan dari masa kemasa, hal ini dibuktikan dengan berdirinya banyak lembaga pendidikan keagamaan seperti, pondok pesantren dan madrasah serta majelis taklim. 
Di Kabupaten Kuningan, Kecamatan Cilimus termasuk kecamatan yang dinamis, baik dari sisi kehidupan sosial, politik, maupun keagamaan. Itu karena Kecamatan Cilimus berada di wilayah perbatasan antara Kuningan dan Cirebon sehingga kondisi sosial ekonomi penduduknya pun cenderung terus berkembang. Selain itu Wilayah kecamatan Cilimus dikenal sebagai tempat wisata bersejarah yang sudah memasuki taraf internasional yakni Gedung Naskah Perundingan Linggajati yang sudah dikenal masyarakat sekitar dari daerah maupun mancanegara. Tempat wisata ini dikatakan bertaraf internasional karena sudah ada dari jaman belanda  yang awalnya tidak mau mengakui kemerdekaan bangsa Indonesia yang baru saja dideklarasikan lalu para pemimpin negara menyadari untuk menyelesaikan pertumpahan darah yang terjadi di antara dua belah pihak akhirnya inggris berinisiatif berusaha mempertemukan Indonesia dengan belanda di meja perundingan guna membuat kesepakatan perjanjian bersejarah antara Indonesia dan belanda yang lokasinya berada di linggajati disinilah akhirnya terjadi perundingan yang dinamakan dengan perjanjian linggajati yang terjadi pada tanggal 10 November 1946. Ketika Kecamatan Cilimus berdiri pada bulan januari 1946, nama tersebut .Karena menjadi salah satu tujuan wisata favorit, infrastruktur yang sejarahnya selalu tercatat dalam catatan kehidupan yang terangkum dalam buku sejarah yang diajarkan di sekolah yang kini masanya sudah menglobal menjadi tercetak dalam media massa khususnya internet.
            Wilayah Kecamatan Cilimus meliputi 13 desa, yaitu desa Cilimus, Caracas, Sampora, Bojong, Bandorasawetan, Bandorasakulon, Linggasana, Linggajati, Setianegara, Linggamekar, Linggaindah, Cibereum dan desa Kaliaren.
            Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan memiliki peran yang sangat strategis sebagai fasilitator, koordinator  dan agrerator dalam pembinaan keagamaan dan pengembangan umat diwilayah kecamatan. KUA Kecamatan Cilimus,sebagai ujung tombak pelayanan masyarakat guna memberikan solusi terhadap kehidupan masyarakat dalam menjalani biduk Rumah tangga agar searah menurut syariat agama. KUA kecamatan cilimus berfungsi memberikan pelayanan,bimbingan, dan perlindungan terhadap masyarakat. Peran tersebut sangat penting demi tewujudnya rumah tangga yang harmonis namun mengemban tugas tersebut tidaklah mudah maka dari itu perlu  adanya  kolaborasi antara satu dengan yang lainnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Program Rutin KUA Cilimus

Program Rutin KUA Cilimus